Selasa, 22 Mei 2012

ANALISIS JURNAL PENGUKURAN KUALITAS PELAYANAN ARTU PRA-BAYAR PRO XL DI WILAYAH DEPOK


TUGAS BAHASA INDONESIA 2

ANALISIS JURNAL
PENGUKURAN KUALITAS PELAYANAN ARTU PRA-BAYAR PRO XL DI WILAYAH DEPOK

1.      Abstrak sudah cukup baik, dan menjelaskan ringkasan hasil penelitian secara singkat dan padat.
2.      Kata kunci belum cukup baik, karena urutannya tidak sesuai abjad.
3.      Pendahuluan sudah cukup jelas. Memuat latar belakang dan fenomena secara ringkas dan padat, serta sudah memuat tujuan.
4.      Tinjauan Pustaka sudah cukup lengkap, dengan mencantumkan  teori-teori yang berhubungan dengan judul.
5.      Metode Penelitian sudah memenuhi syarat yang ditentukan.
6.      Hasil dan Pembahasan masuk ke dalam Metode Penelitian. Seharusnya Hasil dan Pembahasan bukan merupakan bagian dari Metode Penelitian, melainkan berdiri sendiri. Namun Hasil dan Pembahasan sudah memiliki data yang lengkap, baik data teori maupun data tabel
7.      Kesimpulan sudah sesuai dengan penelitian, dan hasilnya menjawab tujuan dan masalah
8.      Daftar Pustaka sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yaitu harus urut abjad


UG JURNAL; Vol 1 No. 7 Tahun 2007

Minggu, 18 Maret 2012

PARAGRAF INDUKTIF

Paragraf induktif adalah paragraph yang gagasan utamanya terletak diakhir paragraph. Mula-mula di kemukakan fakta-fakta ataupun uraian. Kemudian dari fakta fakta itu penulis meregeneralisasikannya ke dalam sebuah kalimat.

Contoh kalimat paragraf induktif :

Di dalam memutuskan suatu kebijakan, presiden sebagai kepala negara dan sebagai kepala pemerintahan sangat membutuhkan pertimbangan dan nasehat dari seseorang atau sekelompok orang. Tujuannya ialah agar kebijakan yang diputuskannya sesuai dengan prinsip hukum, demokrasi, pemerintahan yang baik untuk mencapai tujuan negara. Para pendiri bangsa ini menyadari akan kebutuhan presiden mengenai hal itu. Oleh karena itu, Undang - Undang Dasar kita mengamanatkan untuk membentuk suatu dewan yang bertugas untuk mencapai tujuan negara. Jadi didalam memutuskan suatu kebijakan presiden akan pertimbangan dan nasehat dari pihak lain dapat terpenuhi sehingga ia tidak menyalahi peraturan yang ada.


paragraf deduktif

Paragraf deduktif - induktif adalah paragraf yang dimulai dari pernyataan yang bersifat umum disusul dengan pernyataan yang bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum. Letak kalimat utama paragraf ini ada di awal dan akhir paragraf.  Pola paragraf ini adalah umum - khusus - umum. Kalimat utama yang ada di akhir paragraph bersifat penegasan kembali  Dengan susunan yang agak berbeda.

Paragraf deduktif adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak di awal paragraf. Gagasan utama dan pokok paragraf itu di nyatakan dalam kalimat pertama . kemudian disusul oleh penjelasan penjelasan terperinci terhadap gagasan utama.

Contoh kalimat paragraph deduktif :
Satu satunya bidang pembangunan yang tidak mengalami krisis ekonomi sector sector di bidang pertanian. Misanya perikanan masih meningkat cukup mengesankan di bidang perikanan Indonesia masih tergolong katagori pengekspor ikan terbesar , ikan yang di hasilkan oun beragam jenis di antaranya ada ikan mujair , ikan emas , ikan gurami dan lain-lain. Demikian pula perkebunan juga memberikan kontribusi yang sangat berarti untuk ekspor Indonesia.

Sabtu, 19 November 2011

CARA NGEPOST FILE POWER POINT KE BLOGSPOT

CARA NGEPOST FILE POWER POINT KE BLOGSPOT
buat yang belom ngepost powerpoint ke blog, begini caranya ceman-ceman
1. buka www.slideshare.com ,terus signup, kalo udah upload ppt nya, setelah sukses di upload, copy kode embed-nya.
2. login ke blog masing2, terus new post, kan ada pilihan compose sama edit HTML, pilih edit HTML terus paste kode embed yang tadi. pada pojok kanan atas.
3. kalo udah, coba cek, dengan klik compose, ada tampilan slide ppt nya taua enggak, kalo ada, tinggal di publish deh
selamat mencoba bagi yang belom :)
 

JURNAL KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN KERETA API

Senin, 14 November 2011

REVIEW JURNAL INTERNASIONAL

Dampak Faktor Budaya Perilaku Keputusan Pembelian Melalui Uji Studi Impirical

abstrak
Penelitian ini menyelidiki bagaimana factor-faktor budaya mempengaruhi perilaku konsumen di Turkidengan partisipasi
1286 orang di provinsi-provinsi melalui wawancara.Data yang diperoleh ditafsirkan secara kuantitatif.
Keywords: Konsumen, Budaya, Budaya Sub, KelasSosial.


PENDAHULUAN


Proses konsumsi manusia yang telah disajikan dari awal, pada awalnya kegiatan yang harus dipenuhi untuk sisa hidup, sedangkanhari ini telah menjadi tujuan hidup. Saat ini, konsumsi adalah tidak lebih sebuah proses karena kebutuhan konsumen tetapi, sesuai dengan keinginan konsumen telah menjadi proses berkembang. Konsep "fokus pelanggan","loyalitas pelanggan" dalam pemasaran modern membutuhkan penonton dan pengakuan penonton .dalam hal pemasaran. Untuk menentukan pengaruh mereka telah menjadi perlu untuk memeriksa faktor-faktor yang tetap.Dalam studi, konsep
seperti budaya, sub-sub budaya dan kelas sosial,bagaimana mempengaruhi perilaku konsumen telahmembeli
diselidiki.
Consumer dan Pentingnya Perilaku Konsumendalam Pemasaran
Konsumen adalah orang yang keinginan, kebutuhan dan memerlukan komponen pemasaran dalamkapasitas mereka sebagai pembeli. Tipe pemasar didefinisikan memiliki kemampuan untuk mengontrol perilaku pelanggan,tetapi sebenarnya mereka tidak memiliki kekuasaan atau informasi topibenteng .. Marketer dapat mempengaruhi perilakumembeli mereka, tetapi tidak
kontrol.

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen
3.1. budaya
`

Budaya adalah kompleks dari keyakinan masyarakat manusia, peran mereka, perilaku mereka, nilai-nilai mereka, tradisi,
adat dan tradisi. Kebudayaan merupakan konsep yang sangat penting untuk memahami perilaku konsumen dan yang
perlu diperiksa. Budaya adalah jumlah dari tujuan bersama di antara anggota masyarakat, adat, norma dan tradisi.

3.1.1. budaya Fitur
Manusia harus mengetahui characterictics budayauntuk mengidentifikasi bagaimana budaya mempengaruhi perilaku konsumen. Meskipun
dalam literatur banyak aspek budaya disebutkan,dalam penelitian ini konsumsi budaya-fitur terkait
akan dibahas. Konsumsi budaya-fitur terkait dapat terdaftar sebagai pengikut
• Budaya adalah kumpulan dari perilaku yang dipelajari
• Budaya adalah tradisional
• Budaya dibuat
• Budaya dapat diubah
• Budaya meliputi perbedaan sebagai persamaan
• Budaya adalah organisasi dan konvergensi
• Budaya dibagi oleh anggota masyarakat
• Budaya menentukan kebutuhan
Perbedaan budaya di kalangan konsumen di negara itu, dibandingkan dengan konsumen di luar negeribiasanya
kurang. Perbedaan budaya tentang perilaku konsumen antara negara-negara yang quitely besar5.

3.1.2. Pengaruh budaya ke perilaku konsumen


Pemasar internasional percaya bahwa konsumen akan semakin mirip satu sama lain dan bahwa mereka akan makan
makanan yang sama, memakai pakaian yang sama, aku menonton program televisi yang sama untuk meningkatkan proporsi. Tapi
kenyataannya sangat berbeda. Oleh karena itu, untuk perdagangan di pasar internasional, manusia harus mengatasi budaya besar
dan batas-batas ekonomi. Tidak hanya meningkatkan persaingan di pasar dunia juga berbeda tradisional kepercayaan, preferensi, kebiasaan, adat istiadat.

1,2 Subkultur

Konsep penting lainnya harus diperiksa dalam hal issubculture manajemen pemasaran. Program pada
budaya dan perilaku individu dengan nilai yang sama membentuk kelompok kecil yang disebut sub-culture

3.2.1. Efek sub-budaya Perilaku Konsumen

Wilayah geografis dan agama sangat penting dalam pembentukan sub-budaya. Preferensi individu
yang tinggal sangat dekat satu sama lain dapat differernt. Individu milik subkultur yang berbeda yang berbeda memiliki
nilai, sikap dan struktur sosial dari anggota-anggota lain sub-kultur Perbedaan-perbedaan ini, subkultur
segmentasi dari aktivitas pasar telah membuat variable12 penting. ? T adalah penting untuk mengetahui
karakteristik dari sub-budaya dalam menciptakan harga bauran pemasaran, merek identifikasi nama, promosi kegiatan dan lokasi penjualan produk.

3.3. Kelas Sosial

Kelompok sosial, meskipun mereka tidak ditampilkan dalam proses formal menunjukkan gaya hidup yang sama adalah kelompok yang dibentuk sendiri.beberapa fitur kelas sosial.
Pertama, perilaku anggota kelas sosial
struktur, tingkat pendidikan, sikap, nilai dan gaya komunikasi yang sama, dan karakteristik ini
yang berbeda dari kelas sosial lainnya members
Kedua, status individu ditentukan menurut para masyarakat
Ketiga, kelas sosial ditentukan tidak dengan hanya satu variabel menurut, juga oleh variabel seperti seperti pendidikan, pendapatan, tempat tinggal, kegiatan dan nilai.

1.2.1 Pengaruh kelas sosial dalam Perilaku Konsumen

Kelas sosial adalah kelompok yang berbagi sama nilai, kepentingan dan perilaku, bahwa mereka relatif kelas homogen dan berkelanjutan .Tanggapan masyarakat preferensi dalam pakaian, ara, home furnishing, hiburan dan game kegiatan, seperti mobil dan produk tertentu dan merek. Beberapa pemasar memfokuskan usaha mereka hanya pada satu kelas sosial. Kelas sosial juga berbeda dalam pilihan mereka media. Konsumen kelas atas
lebih memilih buku dan majalah, sementara sub-kelas konsumen memilih televisi.Sebagai TV program, konsumen kelas atas lebih memilih berita dan drama, tapi konsumen kelas bawah lebih memilih film dan program olahraga. Ada juga bahasa perbedaan antara kelas-kelas sosial. Bahasa yang digunakan pengiklan harus disiapkan dengan bahasa sosial. Oleh karena itu, pemasar harus naik banding saluran komunikasi dan komunikasi
gaya dengan menentukan berdasarkan kelas sosial.

4.Aplikasi
4.1. Tujuan dan Ruang Lingkup penelitian


Tujuan dari penelitian ini adalah dengan mencurahkan cahaya untuk para manajer didirikan dan akan mengatur bisnis dan
terutama untuk departemen pemasaran, yang menyediakan untuk pengembangan negara dan yang mengarah bahwa
konsumen yang lebih dikenal oleh mereka dan barang-barang kualitas yang lebih baik, jasa dan ide akan disajikan

4.2. Metode dan Sampel

Dalam studi ini sebagai kuesioner metode pengumpulan data diminati untuk memperoleh data yang obyektif dan untuk menafsirkan
urutan pertama, orang itu adalah sumber atau tangan pertama. Kuesioner telah disiapkan sesuai dengan 'Funnel'technique, itu berarti dari umum ke khusus. .Asumsi dari teknik ini, WENN khusus pertanyaan yang ditanyakan pada tempat pertama untuk survei, mereka akan mungkin dihindari. Data penelitian, dengan sampling kelompok Gaziantep, Samsun, Sinop, Konya, Manisa, dan provinsi Adiyaman, terdiri dari pilihan ganda pertanyaan untuk kuesioner.

4.3. Membatasi penyelidikan

Dalam survei itu, meskipun terutama tujuh (7) daerah di negara kita dan setiap wilayah pengambilan sampel beberapa kota yang dipilih untuk survei yang akan dilakukan penunjukan target, masalah keuangan dan massa utama dari lebar

5. Kesimpulan


Dalam dunia ruang kompetitif dan global pentingnya konsumen yang diakui sebagai fokus titik pemasaran modern, meningkat dari hari ke hari. .Dalam kuesioner studya telah disusun dan hasilnya ditafsirkan menurut teknik "Saluran", dari umum ke khusus. Berpartisipasi dalam survei 1286 orang (sekitar 86'ı%) umumnya melaporkan bahwa mereka menikmatibelanja. Bisnis dapat membawa mereka ke sisi mereka dengan meningkatkan tingkat kepuasan konsumen. Hal ini dapat dimungkinkan dengan mengetahui mereka dan keinginan mereka yang baik. Mereka yang menjawab polling dari 434 mengatakan bahwa mereka melakukan belanja dari supermarket (33), yang mengambil tempat pertama .. Beberapa alasan mengapa banyak memilih supermarket adalah:

1) Harga jauh lebih murah
2) Mereka sejuk di musim panas, hangat di musim dingin.
3) Ada kesempatan kredit (dibandingkan dengan pedagang kecil)
4) Mereka termasuk ruang parkir mobil dan area bermain untuk anak-anak
5) Ada banyak jenis pilihan produk.
6) Mereka memberikan perhatian pada tanggal kadaluarsa dan kesegaran produk.

Hal ini menunjukkan bahwa konsumen saat ini lebih memilih tempat-tempat yang memuaskan mereka dalam setiap aspek. Seperti di timur, di
kota-kota kita yang diperoleh dalam penelitian, para ayah tampaknya lebih efektif dengan mengambil tempat fisrst dalam berbelanja (25,8%) Kita melihat bahwa perubahan situasi tis ke arah barat. N barat? Kota umumnya dengan keluarga dibeli, yang terletak di sini di tempat kedua. Tetapi adalah mungkin bahwa ini perubahan dari hari ke hari.Responden mengatakan bahwa mereka membandingkan lebih mahal (seperti harus) barang (82% dari mereka) (seperti harus) barang ketika membeli. Ini
menunjukkan perkembangan sadar dalam hal konsumsi, yang membuat manusia bahagia. Wee diamati bahwa mereka tidak dapat membeli produk yang nggak muncul di rumah mereka karena kurangnya pendapatan, karena Produk yang berada di rumah mereka karena kurangnya pendapatan karena sebagian besar (82%) akan di bawah 1000 TL sebagai pendapatan bulanan. Mereka yang berpartisipasi dalam survei faktor budaya yang mempengaruhi pembelian untuk mempelajari jawaban atas pertanyaan yang diajukan ke persentase lebih besar ditentukan sebagai berikut. Dengan membeli barang
dan jasa, budaya, kepercayaan dan tradisi mengambil posisi penting (86,8% 'i), sedangkan lingkungan, teman dan kelompok sosial menyatakan 48,6%. Dalam hal ini dampak dari faktor budaya berarti banyak.Sebagian besar responden adalah (51,3% BPK)telah lulus dari sekolah tinggi, orang-orang muda (18-25 tahun),
menikahi orang (58,6% BPK) dan pria (69%). Jikabisnis mementingkan kepada pelanggan dan konsumen, fullfile keinginan mereka, dapat dikatakanbahwa itu berkurang bahwa mereka pergi kecompetitiors mereka dan tetangga kota.

Minggu, 13 November 2011

JURNAL KEPUASAAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN KERETA API

Bab 3

METODE PENELITIAN

3.1 Model penelitian


1. variable x :

Yaitu deskripsi dari banyaknya para respon mahasiswa yang membalas kuisioner melalui pesan blackberry dan sms

2.variable Y :

Bagaimana mahasiswa universitas gunadarma memdeskripsikan pelayanan kereta api kelas ekonomi dan comutter line

3.1 DATA DAN VARIABLE


Variable jenis kelamin (X1) : menggambarkan banyaknya penumpang kereta api dan banyaknya penjualan tiket pada stasiun kereta api pada setiap kelas ekonomi dan commuter line
Variable jenis kereta api (X2) : mendeskripsikan indicator banyaknya penumpang dari beberapa faktor Faktor Kesan dari penumpang Faktor Fasilitas , Fasilitas Penunjang Dalam Kereta Api juga Tempat duduk

1. Faktor Informasi yang Cepat dan Jelas
2. Faktor karena Pelayanan ketepatan Informasi
3. Faktor Ketepatan Waktu
4. Faktor Sistem Pelayanan

Citra Merek (Y) : yaitu bagaimana mahasiswa mempersepsikan pelayanan kereta api dari beberapa indikator yaitu : informasi yang cepat dan jelas , informasi ketepatan waktu , informasi system pelayanan , informasi karena pelayanan ketepatan informasi

3.2 ALAT ANALISIS


Alat yang digunakan dalam analisis ini adalah handphone berupa blackberry sebagai alat komunikasi utama selain itu dalam penelitian ini saya melakukan survey terhadap para penumpang dikereta api melalui pembicaraan dan obrolan ringan.

3.3 CARA PENGAMBILAN DATA DAN SUMBER DATA


Pengumpulan Data

Sumber dan instrumen data pada penelitian ini adalah :

1. Data Primer; didapatkan secara langsung dari jawaban responden melalui observasi, broadcast blackberry messenger juga via sms Alat yang digunakan dalam pengumpulan data adalah blackberry

2. Data Sekunder; meliputi data internal perusahaan, seperti jumlah penumpang kereta api eksekutif dan data lainnya yang relevan – baik berupa laporan, naskah tertulis atau dokumen. Tetapi dalam penelitian ini lebih dilakukan pada penumpang kereta api bukan melalui data internal perusahaan.

3.4 TAHAPAN PENELITIAN

• Meneliti suatu objek yang akan di teliti
• Membuat pertanyaan untuk kuesioner
• Membagikan kuesioner melalui sebaran sms atau BBm tersebut kepada para responden
• Mengumpulkan kuesioner
• Mengolah datanya menjadi sebuah laporan


3.5 SAMPEL DAN POPULASI


Penelitian yang dilakukan pada riset ini melalui Populasi yakni mahasiswa manajemen angkatan 2009 kelas 3EA01- 3EA04 berjumlah 158 orang mahasiswa, sedangkan sampel yang diambil sebesar 10 orang tiap kelasnya dari jumlah populasi tiap kelas . Jumlah tersebut mewakili dalam penelitian ini.
Sampel dalam penelitian ini minimal adalah sebanyak 30 responden. Dalam penelitian ini diperoleh 42 responden dan jumlah sampel yang besar cenderung memberi penduga yang lebih mendekati nilai sesungguhnya


Bab 4

Pada penelitian digunakan metode deskriptif untuk menganalisa data primer yang telah diperoleh, yakni metode analisa deskriptif . Metode analisa deskriptif dalam penelitian ini merupakan uraian atau penjelasan dari hasil pengumpulan data primer yang berupa kuesioner yang telah diperoleh dari responden penelitian. Sedangkan metode analisa regresi berganda menguji hasil pilihan dari factor jenis kelain dan jenis kereta .


4.1 Gambaran deskriptif


Gambaran hasil penelitian berdasarkan kuisioner dalam penelitian ini dan merupakan data primer , diperoleh gambaran umum berdasarkan hasil mengenai karateristik responden. Dengan menggunakan metode deskriptif untuk memberikan gambaran yang cermat dan lengkap tentang karakteristik objek yang diteliti, tujuannya adalah untuk menggambarkan secara sistematis dan faktual mengenai faktor-faktor yang ada dilapangan yang berkaitan dengan penelitian ini, Karateristik tersebut meliputi jenis kelamin , jenis kereta api , dan kelas.


4.2 Hasil Perhitungan



Tabel Karakteristik Responden




4.3 Analisis

4.3.1 Analisis penelitan ini ditinjau dari beberapa faktor yang dilihat berdasarkan pada :



A. karakter berdasarkan jenis kelamin (B1 = 0,6)

Pada karateristik penumpang mengenai pria dan wanita pada kelas ekonomi lebih di dominasi kalangan pria karena dari harga yang hemat tetapi untuk commuter line lebih di dominasi kalangan wanita karena kenyaman dan keamanannya lebih terjamin , tetapi dalam hal ini untuk kereta api jeni ekonomi kalangan wanita ada tetapi tidak terlalu banyak di karenakan kenyamannya yang kurang terjamin dibanding kereta api jenis comutter-line


B. karakter berdasarkan jenis kereta (B2=0,4)

untuk jenis kereta api jenis ekonomi terbilang untuk harga lebih terjangkau dan banyak diminati tetapi untuk segi kenyaman dan keamanan sangat kurang , sedangkan untuk kereta api jeni commuter-line
4.3.2 Analisis Regresi Linear Berganda
Dalam pembahasan mengenai kereta api. Analisis regresi linear berganda digunakan untuk menghitung prediksi nilai jenis kelamin dan jenis kereta dari variabel pada mahasiswa jurusan ekonomi universitas Gunadarma .Dengan ikut memperhitungkan nilai variabel pada jenis kelamin (B1) dan variabel berdasarkan jenis kereta (B2), sehingga dapat disimpulkan factor jenis kelain dan jenis kereta pada mahasiswa jurusan ekonomi universitas Gunadarma. Model yang persamaan yang digunakan adalah
Y= a + B1x1 + B2x2 + e

dengan :

Y : keputusan konsumen
a : konstanta
B1x1 : variable jenis kelamin
B2x2 : variable jenis kereta api
e : error

Berdasarkan dari persamaan tersebut diperoleh persamaan regresi linear berganda:
Y = 5,597 + 0.6X1 + 0.4 X2 + e

dari persamaan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

Dari hasil tersebut memberikan gambaran bahwa jenis kelamin sangat berpengaruh terhadap pemeilihan jenis kereta api yang dilakukan oleh mahasiswa universitas gunadarma sehingga membuat penumpang merasa bahwa jenis kereta api ekonomi lebih banayak di pilih karena lebih murah dan terjangkau
Koefisien X2 (b2) = 0,4 menunjukan bahwa variabel jenis kereta api (X2) berpengaruh positif terhadap jenis kelami wanita yang lebih memilih comutter-line di banding dengan ekonomi Dengan kata lain, jika kualitas pelayanan dari commuter-line di tingkatkan akan bertambah sebesar 0,6. sehingga faktor jenis kelamin sangat menetukan penumpang dalam memutuskan jenis kereta api mana yang akan mereka putuskan.


BAB 5

5.1 KESIMPULAN



PT. Kereta Api (Persero) sebagai salah satu perusahaan milik negara yang bergerak dalam bisnis jasa angkutan darat. Kereta Api merupakan alternatif bagi masalah angkutan jalan raya. Dalam meningkatkan kualitas pelayanan haruslah perlu diperhatikan khususnya pada keterpaduan dalam memberikan pelayanan dari pihak-pihak terkait yaitu para petugas yang melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam memberikan pelayanan dari pihak-pihak terkait yaitu para petugas yang melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Di dalam menilai kualitas pelayanan menurut konsep manajemen transportasi dalam meningkatkan jasa pelayanan transportasi terdiri dari beberapa faktor-faktor keamanan dan keselamatan, perjalanan, ketepatan waktu, kemudahan pelayanan, kenyamanan dan kecepatan juga tepat dalam memberikan informasi.


5.2 SARAN



Kereta api jurusan Jakarta – bogor merupakan salah satu diantara banyak kereta api yang penumpang kelas ekonomi dan commuter-line dengan Rute Jakarta-bogor , bogor-jakarta merupakan kereta api yang tidak pernah sepi dari penumpang dan tempat duduk selalu penuh dengan penumpang, hal ini di harapkan pelayanan yang diberikan oleh petugas dan karyawan kepada penumpang bisa memuaskan. Maka dari itu penumpang akan merasa puas menggunakan jasa kereta api jika diberikan keamanan dan kenyaman yang baik.

JURNAL KEPUASAAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN KERETA API

Bab II Landasan teori

2.1 TEORI

Dasar teori dari riset ini di lihat dari beberapa prilaku konsumen . Prilaku konsumen merupakan interaksi dinamis antara pengaruh dan kondisi prilaku dan kejadian di sekitar lingkungan di mana manusia melakukan aspek pertukaran dalam kehidupan mereka”.
pelayanan-pelayanan lain dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, utlilitas, dan lainnya. Salah satu pelayanan publik adalah PT Kereta Api Indonesia adalah Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang menyelenggarakan jasa angkutan kereta api. Layanan PT Kereta Api Indonesia (Persero) meliputi angkutan penumpang dan barang. Pada akhir Maret 2007, DPR mengesahkan revisi UU No. 13/1992 yang menegaskan bahwa investor swasta maupun pemerintah daerah diberi kesempatan untuk mengelola jasa angkutan kereta api di Indonesia.
Kebanyakan teori awal mengenai perilaku konsumen didasarkan pada teori ekonomi, dengan pendapat bahwa individu bertindak secara rasional untuk memaksimumkan keuntungan (kepuasan) mereka dalam membeli barang dan jasa. Penelitian belakangan ini menemukan bahwa para konsumen mungkin sekali membeli secara impulsif dan dipengaruhi tidak hanya oleh keluarga, teman, iklan, dan model iklannya, tetapi juga suasana hati, keadaan, dan emosi. Semuanya tergabung sehingga membentuk perilaku konsumen yang menyeluruh dan mampu mencerminkan aspek pengertian dan pengetahuan dalam pengambil;an keputusan pembelian. pengujian hipotesis antar variabel dan berpusat pada penjelasan hubungan-hubungan antar variable ; hubungan tersebut adalah variable kesan , informasi yang tepat dan jelas , pelayanan ketepatan informasi , ketepatan waktu , fasilitas , system pelayanan , fasilitas penunjang dalam kereta api , dan tempat duduk yaitu bertujuan mendeteksi ketergantungan antar satu variabel dengan variabel lainnya.
Obyek penelitian ditentukan secara yaitu stasiun PT. Kereta Api (Persero) lokasi penelitian adalah Kereta Api Eksekutif untuk tujuan Jakarta-bogor , bogor- Jakarta yang ruang lingkupnya diambil di ruang lingkup kecil hanya teman-teman mahasiswa universitas gunadarma dari kelas 3EA01-3EA04 dengan dasar pemikiran :

1. Kereta api eksekutif untuk tujuan Jakarta-bogor , bogor Jakarta dapat dijadikan sebagai transportasi alternatif oleh konsumen terutama mahasiswa universitas gunadarma.

2. Konsumen dari kereta api ekonomi dan commuterline segmen pasarnya sudah jelas yaitu menengah ke bawah sampai menengah ke atas dan biasanya mereka lebih kritis terhadap kualitas pelayanan.

2.2 HIPOTESIS
Faktor-faktor yang mempengarui Kualitas Pelayanan kereta api dari penelitian yang telah diamati yang merupakan factor dari alasan beberapa mahasiswa memilih jasa transpotasi kereta api.
1. Faktor Kesan dari penumpang
2. Faktor Informasi yang Cepat dan Jelas
3. Faktor karena Pelayanan ketepatan Informasi
4. Faktor Ketepatan Waktu
5. Faktor Fasilitas
6. Faktor Sistem Pelayanan
7. Faktor Fasilitas Penunjang Dalam Kereta Api
8. Faktor Tempat duduk

2.3 PENGEMBANG HIPOTESIS

Analisis Faktor

Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitan yang dilakukan tahapan dari analisis faktor adalah sebagai berikut :
1. Faktor Kesan dari
Kesan yang baik di hati penumpang mempengaruhi penumpang didalam mengambil keputusan terutama didalam memilih kereta api comutterline sebagai transportasi alternatif.
2. Faktor Informasi yang Cepat dan Jelas
Yaitu Kemampuan petugas untuk memberi informasi secara cepat dan jelas dengan loading sebesar 0,833 berarti petugas tersebut mau membantu penumpang dan memberi pelayanan dengan cepat

3. Faktor karena Pelayanan ketepatan Informasi
Dimana ketepatan jadwal kereta api yang sesuai dengan jadwal keberangkatan.
4. Faktor Ketepatan Waktu
Yaitu memberikan pelayanan kepada penumpang secara tepat dan akurat karena jadwal keberangkatan kereta api telah diatur dalam grafik perjalanan kereta.

5. Faktor Fasilitas
Fasilitas fisik yang menarik dan memadai yang dimiliki oleh perusahaan telah menarik hati penumpang yang sekaligus memberi kesan kenyamanan para penumpang

6. Faktor Sistem Pelayanan
Pelayanan karcis secara efektif akan mempermudah penumpang didalam memesan karcis meskipun dilakukan melalui stasiun yang berbeda maka Papan informasi yang memaparkan harga karcis mudah dimengerti memiliki ketepatan agar penumpang bisa lebih cepat memutuskan layanan kereta api apa yang mau di ambil melalui papan informasi tersebut maka penumpang dapat dengan mudah memperoleh informasi yang tepat, cepat dan akurat.

7. Faktor Fasilitas Penunjang Dalam Kereta Api
Keadaan fasilitas penunjang dalam kereta (TV. AC, Audio dan Vidio) sebab keberadaan fasilitas tersebut benar-benar menunjang pelayanan perusahaan sehingga membuat penumpang merasa nyaman dalam menikmati perjalanan

8. Tempat duduk
Kenyamanan tempat duduk berbaring dan tegak memiliki sarana utama yang digunakan penumpang dalam kereta dimana kenyamanan tempat duduk merupakan Item-item yang berarti penilaian konsumen terhadap kualitas perbedaan antara kereta ekonomi dan commuterline

JURNAL KEPUASAAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN KERETA API

JURNAL KEPUASAAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN KERETA API
• Tema : KEPUASAN KONSUMEN
• Judul : Tingkat kepuasaan konsumen terhadap pelayanan kereta api
• Masalah : Pengaruh kualitas pelayanan kereta api terhadap tingkat kepuasan konsumen dalam menggunakan jasa PT. Kereta Api

• Pengarang : Mohamad Ilham
• Tahun Pembuatan : 2011


BAB I

A. Latar Belakang

Dalam menanggapi kebutuhan transportasi Kualitas pelayanan menjadi dasar yang dapat mempengarui pilihan konsumen untuk memilih berbagai jenis jasa yang berkembang saat ini. Dalam era perkembangan dan pertumbuhan penduduk yang begitu pesat menyebabkan manusia cenderung memelih transportasi yang cepat dan terjangkau. Masyarakat akan lebih menuntut pelayanan yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhannya, sehingga mereka lebih teliti dan kritis dalam memilih segala sesuatu yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhannya. Terutama masalah Transportasi , berperan sebagai penunjang, pendorong dan penggerak bagi pertumbuhan daerah yang berpotensi namun belum berkembang, dalam upaya peningkatan dan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya. Menyadari peranan transportasi darat khususnya pelayanan di dalam kereta api harus seimbang dengan tingkat kebutuhan dan tersedianya pelayanan angkutan yang ramah, aman, cepat, lancar, tertib, teratur, nyaman, selamat dan efisien. Sebagian besar sektor publik menyadari pentingnya kepuasan konsumen dan mempunyai batasan budget untuk pelayanan konsumen.
Hal ini juga dilakukan oleh PT. Kereta Api (Persero) sebagai salah satu perusahaan milik negara yang bergerak dalam bisnis jasa angkutan darat. Kereta Api merupakan alternatif bagi masalah angkutan jalan raya. Dalam perkembangannya PT. Kereta Api (Persero) telah menunjukkan kinerja yang semakin membaik, peningkatan jasa yang meningkat dengan memperhatikan kenyamanan, ketepatan dengan resiko kemacetan yang relatif kecil. Di lihat dari pemisahan gerbong kereta api khusus wanita . Kecenderungan permintaan pasar terhadap kereta api penumpang kelas ekonomi terus meningkat ,terbukti banyaknya mahasiswa dan pekerja yang menggunakan jasa fasilitas kereta api ekonomi. Hal ini merupakan peluang untuk meningkatkan volume pendapatan dengan meningkatkan pengoperasian kereta api khususnya kereta api ekonomi jurusan jakarta-bogor. Jika para konsumen / pengguna jasa kereta api puas dengan pelayanan PT Kereta Api maka akan meningkat pula profit bagi perusahaan dan akan meningkatnya kesetiaan konsumen / pengguna layanan jasa tranportasi kereta api.Dengan menetapkan jadwal yang disiplin agar kereta tidak terlambat lagi.

B. Masalah

1. Bagaimana pengaruh kualitas pelayanan terhadap tingkat kepuasan konsumen dalam menggunakan jasa PT. Kereta Api dengan jasa transportasi darat seperti bus ?
2. Apakah yang kelemahan dan kelebihan jasa kualitas pelayanan pada PT. Kereta Api ?

C. Tujuan penelitian

1. Untuk dapat mengetahui seberapa besarkah kepuasan yang dirasakan oleh konsumen terhadap tingkat pelayanan kereta api dari kelas ekonomi – ekonomi Ac/commuter-line ?
2. Faktor-faktor apa sajakah yang menyebabkan para konsumen memilih jasa transportasi kereta api ?
3.Memberikan tambahan wawasan bagi peneliti mengapa masyarakat berminat memilih menggunakan jasa transportasi kereta api.

Selasa, 11 Oktober 2011

PERILAKU KONSUMEN

Bab 1 PENDAHULUAN

Pemahaman akan perilaku konsumen adalah tugas penting bagi para pemasar. Para pemasar mencoba memahami perilaku pembelian konsumen agar mereka dapat menawarkan kepuasan yang lebih besar kepada konsumen. Tapi bagaimanapun juga ketidakpuasan konsumen sampai tingkat tertentu masih akan ada. Beberapa pemasar masih belum menerapkan konsep pemasaran sehingga mereka tidak berorientasi pada konsumen dan tidak memandang kepuasan konsumen sebagai tujuan utama. Lebih jauh lagi karena alat menganalisis perilaku konsumen tidak pasti, para pemasar kemungkinan tidak mampu menetapkan secara akurat apa sebenarnya yang dapat memuaskan para pembeli. Sekalipun para pemasar mengetahui faktor yang meningkatkan kepuasan konsumen, mereka belum tentu dapat memenuhi faktor tersebut.
konsumen tergolong aset paling berharga bagi semua bisnis. Tanpa dukungan mereka, suatau bisnis tidak bisa eksis. Sebaliknya jika bisnis kita sukses memberikan pelayanan terbaik, konsumen tidak hanya membantu bisnis kita tumbuh. Lebih dari itu, mereka biasanya akan membuat rekomendasi untuk teman dan relasinya.
Anda berbisnis untuk melayani konsumen, dan Anda hanya dapat melakukan itu apabila mengetahui keinginan mereka. Jika Anda sungguh-sungguh mendengarkan konsumen, mereka akan menjelaskan apa yang dikehendaki dan bagaimana sebaiknya Anda memberikan pelayanan terbaik untuk mereka. Jangan lupa bahwa yang “membayar” gaji kita dan memungkin bisnis ini berjalan adalah konsumen.
Tingkat persaingan yang tinggi ini dapat menyebabkan pergeseran loyalitas konsumen Kondisi ini mendorong perusahaan untuk senantiasa melakukan riset pemasaran yang dilakukan terhadap konsumen , sehingga dapat diketahui kebutuhan dan keinginan konsumen akan suatu produk mie. Tingginya pangsa pasar menuntut perusahaan harus selalu mengevaluasi dan mematangkan strategi pemasaran yang dijalankannya.


Bab 2 ISI

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Prilaku konsumen merupakan interaksi dinamis antara pengaruh dan kondisi prilaku dan kejadian di sekitar lingkungan di mana manusia melakukan aspek pertukaran dalam kehidupan mereka ada dua hal penting dari prilaku konsumen yaitu proses pengembalian keputusan dan kegiatan fisik yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatlkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa secara ekonomis. Dengan kata lain prilaku konsumen adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku konsumen dalam arti tindakan-tindakan yang dilakukan untuk membeli suatu barang atau jasa tertentu.
Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian.Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Konsumen membeli barang mencoba-coba untuk membandingkan terhadap makanan snack yang biasanya dikonsumsi. Pencarian informasi dan evaluasi terhadap pilihan merek lebih terbatas dibanding pada proses pengambilan keputusan yang komplek. Pengambilan keputusan terbatas juga terjadi ketika konsumen mencari variasi. Kepitusan itu tidak direncanakan, biasanya dilakukan seketika berada dalam toko. Keterlibatan kepentingan yang rendah, konsumen cenderung akan berganti merek apabila sudah bosan mencari variasi lain sebagai perilaku pencari variasi akan melakukan apabila resikonya minimal.
Pemahaman akan perilaku konsumen dapat diaplikasikan dalam beberapa hal, yang pertama adalah untuk merancang sebuah strategi pemasaran yang baik, misalnya menentukan kapan saat yang tepat perusahaan memberikan diskon untuk menarik pembeli. Kedua, perilaku konsumen dapat membantu pembuat keputusan membuat kebijakan public. Misalnya dengan mengetahui bahwa konsumen akan banyak menggunakan transportasi saat lebaran, pembuat keputusan dapat merencanakan harga tiket transportasi di hari raya tersebut. Aplikasi ketiga adalah dalam hal pemasaran sosial (social marketing), yaitu penyebaran ide di antara konsumen . Dengan memahami sikap konsumen dalam menghadapi sesuatu, seseorang dapat menyebarkan ide dengan lebih cepat dan efektif.
Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen. Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretif. Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya.
Pendekatan kedua adalah pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi.Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perliku dan pembuatan keputusan konsumen. Studi dilakukan melalui eksperimen dan survey untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen.
Pendekatan ketiga disebut sebagai sains marketing yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika. Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hirarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi, yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis.
Ketiga pendekatan sama-sama memiliki nilai dan tinggi dan memberikan pemahaman atas perilaku konsumen dan strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda. Sebuah perusahaan dapat saja menggunakan salah satu atau seluruh pendekatan, tergantung permasalahan yang dihadapi perusahaan tersebut.
Roda analisis konsumen terdiri dari tiga elemen:

1. afeksi dan kognisi
2. lingkungan
3. perilaku.

Roda analisis konsumen adalah kerangka kerja yang digunakan marketer untuk meneliti, menganalisis, dan memahami perilaku konsumen agar dapat menciptakan strategi pemasaran yang lebih baik
TIGA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PILIHAN KONSUMEN
1).Konsumen Individu Pilihan merek dipengaruhi oleh ;
Kebutuhan konsumen, Persepsi atas karakteristik merek, dan Sikap kearah pilihan. Sebagai tambahan, pilihan merek dipengaruhi oleh demografi konsumen, gaya hidup, dan karakteristik personalia.
2).Pengaruh Lingkungan Lingkungan pembelian konsumen ditunjukkan oleh
Budaya (Norma kemasyarakatan, pengaruh kedaerahan atau kesukuan. Kelas sosial (keluasan grup sosial ekonomi atas harta milik konsumen), Grup tata muka (teman, anggota keluarga, dan grup referensi)
3. Faktor menentukan yang situasional ( situasi dimana produk dibeli seperti keluarga yang menggunakan mobil dan kalangan usaha).
Beberapa factor yang memepengarui konsumen dari beberapa sisi :
a.Faktor Kebudayaan
Kebudayaan mempunyai penaruh paling luas dan mendalam terhadap prilaku konsumen. Terdiri dari budaya, sub budaya, dan kelas social. Budaya yang merupakan karakter paling penting dari suatu social yang membedakannya dari kelompok budaya lain menjadi penentu dan keinginan dan prilaku yang paling mendasar. Masing-masing budaya terdiri dari sub budaya yang memberikan lebih banyak ciri-ciri dan sosialisasi.Sub budaya adalah suatu kelompok homogeny atas sejumlah orang yang terbagi menjadi beberapa bagian dari keseluruhan suatu budaya. Masyarakat dalam suatu budaya dan sub budaya sesungguhnya terbagi dalam strata atau kelas social. Kelas social merupakan sekelompok orang yang sama-sama mempertimbangkan secara dekat persamaan diantara mereka sendiri.
b.Faktor Sosial
Pada umumnya konsumen sering meminta pendapat dari orang sekitas dan lingkungannya tentang produk apa yang harus dibeli. Karena itulah lingkungan sosial memberikan pengaruh terhadap prilaku konsumen. Faktor Sosial terdiri dari 3 bagian, yaitu : kelompok acuan, keluarga, dan peran. Kelompok acuan adalah semua kelompok yang memilki pengaruh langsung terhadap sikap / prilaku seseorang. Dengan pendapat yang diperoleh dari suatu kelompok maka konsumen dapat membuat keputusan konsumsi. Keluarga sebagai organisasi pembelian konsumen yang paling penting juga berpengaruh secara langsung terhadap keputusan seseorang dalam membeli barang sehari-hari. Sedangkan peran meliputi kegiatan yang diharapkan akan dilakukan seseorang. Suatu produk atau merk dapat menggambarkan peran dan status pamakainya.
c.Faktor Pribadi
Mulai dari bayi hingga dewasa dan menjadi tua, manusia selalu membutuhkan barang dan jasa. Pilihan barang yang dibeli secara otomatis dipengaruhi oleh keadaan ekonomi dan gaya hidup yang bersangkutan. Gaya hidup adalah cara hidup seseorang yang terlihat melalui aktivitas sehari-hari, minat dan pendapat seseorang. Seseorang dengan pendapatan yang tinggi dan gaya hidup mewah tentunya akan menentukan pilihan pada barang dan jasa yang berkualitas. Selain itu kepribadian dan konsep diri juga mempengaruhi pilihan produk. Konsep diri adalah bagaimana konsumen mempresepsikan diri mereka sendiri, yang meliputi sikap, persepsi, keyakinan, dan evaluasi diri. Karena sangat berguna dalam menganalisis prilaku sonsumen sehingga banyak perusahaan menggunakan konsep yang berhubungan dengan kepribadian seseorang.
d.Faktor Psikologis
Sikap pembelian psikologis dipengaruhi oleh empat facktor psikologis utama, yaitu : motivasi, persepsi, pembelajaran dan kepercayaan. Motivasi merupakan kebutuhan yang mendorong seseorang dalam melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Melalui motivasi proses pengamatan dan belajar seseorang memperoleh kepercayaan terhadap suatu produk yang secara otomatis mempengaruhi prilaku pembelian konsumen. Para konsumen mengembangkan beberapa kenyakinan mengenai ciri-ciri dari suatu produk dan selanjutnya akan membentuk suatu sikap konsumen terhadap produk tersebut.
4.Faktor Pribadi
Menurut Kotler ( 2002 : 204 ) tujuan pemasaran adalah memenuhi dan memuaskan kebutuhan serta keinginan pelanggan yang menjadi sasaran. Pada bidang prilaku konsumen ini mempelajari bagaimana individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli, memakai, dan membuang barang , jasa, gagasan atau pengalaman dalam rangka memuasakan kebutuhan dan hasrat mereka. Para perusahaan yang cermat melakukan riset atau Quesioner atas riset atas proses keputusan pembelian yang ada dalam jenis produk mereka.
Proses pengambilan keputusan pembelian
Sebelum dan sesudah melakukan pembelian, seorang konsumen akan melakukan sejumlah proses yang mendasari pengambilan keputusan, yakni :
1. Pengenalan masalah (problem recognition).Konsumen akan membeli suatu produk sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapinya. Tanpa adanya pengenalan masalah yang muncul, konsumen tidak dapat menentukan produk yang akan dibeli.
2. Pencarian informasi (information source).Setelah memahami masalah yang ada, konsumen akan termotivasi untuk mencari informasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada melalui pencarian informasi.Proses pencarian informasi dapat berasal dari dalam memori (internal) dan berdasarkan pengalaman orang lain (eksternal).
3. Mengevaluasi alternatif (alternative evaluation ) , Setelah konsumen mendapat berbagai macam informasi, konsumen akan mengevaluasi alternatif yang ada untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.
4. Keputusan pembelian (purchase decision). Setelah konsumen mengevaluasi beberapa alternatif strategis yang ada, konsumen akan membuat keputusan pembelian.[1] Terkadang waktu yang dibutuhkan antara membuat keputusan pembelian dengan menciptakan pembelian yang aktual tidak sama dikarenakan adanya hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan.
5. Evaluasi pasca pembelian (post-purchase evaluation) merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian. Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya.Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen. Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan merek produk tersebut di masa depan.Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen di masa depan.


Bab 3 kesimpulan

Pemahaman akan perilaku konsumen adalah tugas penting bagi para pemasar. Para pemasar mencoba memahami perilaku pembelian konsumen agar mereka dapat menawarkan kepuasan yang lebih besar kepada konsumen.
Prilaku konsumen merupakan interaksi dinamis antara pengaruh dan kondisi prilaku dan kejadian di sekitar lingkungan di mana manusia melakukan aspek pertukaran dalam kehidupan mereka ada dua hal penting dari prilaku konsumen yaitu proses pengembalian keputusan dan kegiatan fisik yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatlkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa secara ekonomis.
Pemahaman akan perilaku konsumen dapat diaplikasikan dalam beberapa hal, yang pertama adalah untuk merancang sebuah strategi pemasaran yang baik, misalnya menentukan kapan saat yang tepat perusahaan memberikan diskon untuk menarik pembeli. Kedua, perilaku konsumen dapat membantu pembuat keputusan membuat kebijakan public.



Referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen
www.scribd.com dan buku perilaku konsumen karangan :John JOI Ihalauw
http://kumpulantugasekonomi.blogspot.com/2010/02/makalah-perilaku-konsumen-memahami.html